Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Wednesday, July 21, 2010

Sabar (Belajar)


Sabar... Sabar.. Sabar.. ni bahasanya ipin upin.. betul kan... betul..betul .. betul

Apa sih sabar?? bagaimana penerapannya.. apa sih kunci sabar..
Ketika dikasi ujian, ketika sedih, berduka, kesel, marah, kata-kata "sabar", perbanyak "sabar" seperti bahasa wajib bagi kita.

Keinginan marah yang terdorong karena emosi yang tinggi.. dan jurus ini langsung dipraktekkan "sabar deq".. kata itu terdengar mudah. (hehehe) tapi tentu saja tidak, nafsu kadang lebih besar dari si "sabar" ("si sabar" dah pindah.. ku usir.... Hahaha ups..)

Saat ini setelah belajar dari kehidupan. sekolah, bekerja. si sabar mulai diajak berteman, Bahkan didekati trus untuk dijadikan sahabat.
Menarik nafas dalam-dalam mengeluarkannya dari mulut adalah sedikit trik ntuk mengajak si "sabar" membentengi diri.


"sabar" kata mudah yang tidak semudah perkataan dalam mempraktekkannya.. ini menurutku.. yang masih dan masih, terus dan terus belajar apa itu sabar. ada beberapa hal dalam hidup yang mengajarkan hal ini. Emosi yang labil bisa membuat hal-hal kecil menjadi besar pernah terjadi didalam hidupku. dan akhirnya kesabaran dan ketenangan mengajak diri untuk kembali lagi. kembali apa??? belajar sabar...

Tepatnya saat ini sedang belajar mengontrol emosi yang terkadang meledak-ledak... belajar sabar atas sakit yang diberi. belajar sabar untuk berikhtiar atas sakit yang diberi dan berusaha menjadi lebih baik. belajar sabar atas hal yang belum diijinkan Allah untuk kunikmati.. mempunyai seseorang yang bersama sampai Allah memisahkan. Insya Allah..

Tuesday, July 20, 2010

tulisan temanku....

Saya punya seorang teman, bisa dibilang adik.. se kost-an waktu kuliah dulu.. Namanya Yenny Rahmayati.. seorang anak yang ceria, kuat.. dan tentu aja pintar..

Ketika Allah beri dia "cobaan" yeyen begitu tabah dan kuatnya... ini cerita yeyen yang menjadi penyemangat hidup.. I love you adikku..

Nama saya Yenny Rahmayati biasa dipanggil Yeyen, wanita, umur saya saat ini 34 tahun. Saya sudah hidup dengan lupus lebih kurang 8 tahun. Awalnya sekitar akhir 2002 saya mengalami gejala-gejala awal lupus seperti sendi-sendi yang sakit dan bengkak memerah, rambut rontok, kelelahan yang berkepanjangan, demam yang tidak kunjung reda dan berat badan yang terus menurun drastis. Meskipun beberapa orang teman menduga saya lupus tapi karena pengetahuan yang minim saya tidak menyadari kalau itu adalah tanda-tanda lupus.

Sejak itu beberapa kali saya drop dan sempat keluar masuk rumah sakit dengan diagnosa yang selalu sama, ‘typhoid’ atau tifus dan diberi treatment untuk tifus dengan antibiotik dosis tinggi. Hingga akhir Agustus 2003, setelah 25 hari dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang semakin menurun, akhirnya dokter mengkonfirmasi bahwa saya terserang penyakit autoimmune SLE (systemic lupus erythemathosus) atau yang biasa dikenal dengan lupus.

Tidak ingin kebobolan untuk kedua kalinya karena tidak berusaha mencari tahu tentang penyakit yang saya alami, maka kali ini, setelah dinyatakan positif SLE, saya berusaha mencari info tentang SLE sebanyak-banyaknya, baik dari internet, buku dan sumber-sumber lainnya. Tujuannya adalah supaya saya mengerti penyakit saya dan turut andil dalam proses penyembuhan saya nanti. Dukungan keluarga dan teman juga sangat membantu dalam hal ini.

Karena kondisi yang sudah lumayan parah dengan kebocoran ginjal +4, radang sendi, pneumonia, infeksi di beberapa organ tubuh, serta masalah hematologi hingga harus transfusi darah beberapa kali, maka setelah dipastikan SLE, saya langsung ditreatment dengan steroid dosis tinggi. Lebih kurang 6 bulan kemudian perlahan saya kembali sehat dengan efek samping steroid yang umum, weight gain dan moon face.

Setahun kemudian kondisi saya kembali normal dan kembali memulai aktifitas bekerja seperti dulu lagi layaknya orang sehat tanpa banyak keluhan kecuali sedikit nyeri-nyeri sendi dan fatigue atau kelelahan yang berkepanjangan apabila melakukan aktifitas fisik yang berlebihan. Saat itu saya sudah tidak mengkonsumsi steroid lagi tapi digantikan dengan Arava (Leflunominade).

Dua tahun setelah remisi, saya mendapat beasiswa dari pemerintah Australia untuk melanjutkan studi master degree ke Canberra. Ternyata kedatangan saya tepat pada saat peak winter Canberra yang berkisar antara minus 15 hingga 0 derajat celcius itu tidak mampu ditahan oleh tubuh saya. Lupus saya 'berontak' kambuh dan menyerang sendi hips/pinggul yang mengharuskan saya kembali ke tanah air dengan menggunakan kursi roda. Akibatnya saya terpaksa menyelesaikan final project saya di Indonesia dan akhirnya menamatkan studi saya secara jarak jauh.

Setahun lebih saya menggunakan kursi roda dan kruk, tapi itu tidak menghalangi aktifitas saya untuk melanjutkan studi dan pekerjaan. Meskipun harus ditopang kursi roda dan kruk saya tetap melanjutkan perkerjaan saya di beberapa lembaga sambil menyelesaikan final project dan kuliah jarak jauh saya.

Saya sempat beradu pendapat dengan pihak sponsor beasiswa yang awalnya nyaris membatalkan beasiswa saya, karena menganggab kondisi saya tidak memungkinkan saya untuk menyelesaikan studi. Tapi akhirnya saya bisa meyakinkan mereka kalau saya mampu menamatkan studi walapun dengan kesepakatan living cost saya distop dan hanya tuition fees yang tetap dibayar oleh pihak sponsor. Karena itulah saya harus tetap bekerja sambil sekolah sekaligus meneruskan pengobatan untuk kesembuhan penyakit saya.

Akhirnya saya bisa membuktikan kata-kata saya ke pihak sponsor untuk menyelesaikan studi tepat waktu secara jarak jauh bahkan lulus diluar perkiraan saya sendiri dengan predikat First Honour Class graduate dengan High Distinction grade dan mendapat penghargaan dari Vice Counselor The Australian National University (ANU), Canberra. Alhamdulillah, saya anggab ini mukjizat dari Allah.

Sekitar setahun kemudian saya mulai bisa berjalan tanpa kursi roda dan kruk meskipun dengan gerakan yang sangat terbatas dan tidak normal lagi. Beberapa dokter ahli tulang menyarankan saya untuk melakukan total hips replacement surgery tapi saya menolak dengan pertimbangan umur saya masih terlalu muda untuk menjalani total hips replacement yang hanya bertahan 10-15 tahun.

Kemudian saya mendapatkan informasi tentang Dokter John Darmawan di Semarang dengan John Bridge Therapy-nya. Sebuah teknik yang berbeda dari teknik konvensional untuk pengobatan penyakit-penyakit autoimmune termasuk SLE dan RA (Rheumathoid Arthritis). Sebenarnya saya sudah pernah mendengar nama beliau sejak beberapa tahun yang lalu, tapi saat itu masih banyak yang belum merekomendasikan cara ini karena terlalu berisiko, tidak konvensional dan mahal.

Dengan info awal tersebut saya mulai melakukan penelusuran informasi tentang John Bridge Therapy (JBT) selama beberapa bulan terutama melalui internet termasuk mencari testimoni pasien-pasien yang telah menjalani JBT dan berkonsultasi langsung dengan Dr. John, baik melalui email maupun telepon. Beliau konsen merespon pertanyaan-pertanyaan saya yang kritis padahal belum tentu saya mau menjalani JBT, tapi beliau dengan gamblang meladeni saya layaknya saya sudah menjadi pasien beliau.

Terus terang saya terkesan akan hal ini, pengalaman saya selama sakit dan berkonsultasi dengan berbagai dokter benar-benar berbeda saya rasakan dengan Dokter John. Ketika sebagian dokter memberikan informasi seadanya dan tidak mampu menjawab rasa penasaran dan haus informasi saya, Dokter John justru memberikan apa yang saya harapkan.

Setelah merasa informasi yang saya butuhkan sudah cukup, saya mantapkan niat untuk menjalani JBT. Alasan utama saya adalah, saya kapok dengan treatment konvensional steroid yang efek samping jangka panjangnya justru lebih beresiko seperti high blood pressure, kolesterol tinggi, osteoporosis, dan lain sebagainya. Alasan lain adalah karena saya mendapatkan beasiswa lagi untuk melanjutkan study S3 ke Singapura dimana saya harus hidup normal secara mandiri tanpa bantuan keluarga. Untuk itu saya harus sehat supaya kejadian beberapa tahun lalu di Australia tidak terjadi lagi.

Tapi niat saja belum cukup, saya harus mengumpulkan uang terlebih dahulu agar pengobatan saya tidak sia-sia berhenti ditengah jalan karena kekurangan biaya. JBT memang cukup memakan biaya karena jenis obat-obatan immunosupresan yang digunakan memang termasuk golongan obat-obatan mahal.

Saya mencari pekerjaan tambahan untuk biaya pengobatan karena selain untuk biaya pengobatan, saya juga harus menyiapkan additional cost seperti tiket dan living cost selama terapi di Semarang yang jelas bisa sangat menyita budget. Juga persiapan biaya untuk follow-up treatment selama 2 tahun setelah terapi intensif. Biaya tambahan inilah yang menjadikan biaya JBT menjadi sedikit lebih mahal dari pengobatan umumnya yang bisa dilakukan dimana saja, tidak mesti di Semarang.

6 bulan sejak mulai dari mendapatkan info tentang JBT, saya merasa tabungan saya sudah cukup, dan pada awal Nopember 2008 saya memulai treatment intensif JBT di Semarang selama lebih kurang 1 bulan. Pada saat itu, selain mengobati SLE saya, terapi juga dilakukan untuk memulihkan manifestasi-manifestasi yang sudah disebabkan oleh steroid dan progress dari lupus itu sendiri selama 7 tahun terakhir dengan kasus utama osteonecrosis (sendi yg mati) di bagian hips (kanan dan kiri), osteoporosis (pengapuran tulang) dan fibromialygia (pengkerutan otot) yang menyerang hampir di seluruh bagian kaki dan sebagian lengan saya.

2 bulan setelah terapi intensif di Semarang, saya berangkat ke Singapura untuk melanjutkan studi dengan tetap berkonsultasi via email dengan Dokter John. Beliau menunjuk salah satu rekannya di Singapura in case of emergency. Sejak menjalani JBT dan steroid dilepas sama sekali, saya tidak mengkonsumsi obat-obatan harian lagi kecuali suplemen dan obat bulanan untuk penguatan tulang. Sejak itu saya bisa hidup normal layaknya orang sehat tanpa penyakit dengan tetap menjaga kondisi tubuh terutama menjaga pantangan seperti paparan sinar matahari, stress dan pekerjaan fisik yang bisa menyebabkan kelelahan.

Sayangnya bulan-bulan pertama penyesuaian hidup sendirian di Singapura dan jauh dari bantuan orang tua/keluarga, merupakan masa-masa yang sangat berat buat saya. Kondisi ini membuat fisik saya melemah dan lupus saya menunjukkan tanda-tanda flare (kambuh). Ditambah lagi stress menghadapi diskriminasi yang saya alami di kampus saya, bukan justru stress karena masalah akademis yang saya jalanin penuh excitement.

Tampaknya SLE masih menjadi kasus langka bahkan di negara maju seperti Singapura sekalipun. Kurangnya informasi tentang SLE dan pengobatannya membuat pihak kampus menjadi khawatir akan kemampuan studi pasien lupus sehingga secara tidak langsung mereka jadi menciptakan diskriminasi. Saya tidak tahu pasti apakah kondisi ini juga dialamin oleh student-student dengan penyakit kronis lainnya seperti diabetes.

Tapi berkat dukungan para supervisor yang sangat supportive, saya bisa bertahan hingga saatnya saya kontrol kembali ke Semarang 6 bulan kemudian yang ternyata hasil check-up saat itu menunjukkan perkembangan yang memuaskan. Kepadatan massa tulang bertambah 11-18%, LED, VAS and hs-CRP yang menjadi indicator kontrol JBT menunjukkan angka penurunan yang signifikan mendekati angka remisi. Tampaknya tubuh saya merespon JBT dengan sangat baik. Alhamdulillah...

Selama menjalani JBT, saya bukan hanya merasa sebagai pasien tapi juga sebagai murid yang sedang belajar ilmu baru tentang penyakit saya sendiri. Dokter John secara terbuka menjelaskan tentang JBT dan mau meladeni diskusi dengan saya yang memang dilanda rasa ingin tau yang tinggi. Penasaran sekaligus ingin berpartisipasi aktif untuk pengobatan diri saya sendiri supaya hasilnya lebih maksimal.

Kontrol-kontrol selanjutnya juga terus menunjukkan hasil yang significant. Saya senang dengan hasil yang saya capai sampai saat ini. Tapi saya sadar perjalanan menuju kesembuhan total masih harus terus dilanjutkan karena apa yang saya raih baru sebagian dari proses itu dan saya tidak boleh cepat berpuas diri, dan tetap harus terus semangat dan optimis.

Sekarang saya masih melanjutkan studi Ph.D saya bidang arsitektur di National University of Singapore sampai 2.5 tahun ke depan. Saya optimis bisa menyelesaikan studi saya hingga selesai nanti dengan dukungan Dokter, keluarga, teman-teman, dukungan dari diri saya sendiri dan terutama dengan dukungan kasih sayang Allah yang tidak henti-hentinya buat saya..Subhanallah...


During JBT intensive, Nov 08
Fieldwork/Survey Heritage Conservation, Nara-Japan, Nov 06
Singapore, June 2010

Thursday, January 01, 2009

No Title............

Ngak sanggup aja meletakkan foto-foto kebiadaban Israel disini, sangat trenyuh benar menyaksikan pembantaian warga palestina. Terutama anak-anak. Sampai kapan hal ini kan berlangsung? Buat saudara-saudaraku yang akan berjihad kesana, doaku bersama kalian, hal ini bukanlah pekerjaan sia-sia. Selamat berjuang, melawan kebatilan di bumi Allah.

Thursday, November 27, 2008

Ipin dan Upin

Pernah liat kartun ini ngak? kalo belum harus coba liat serial yang satu ini, walaupun kabarnya kartun ini ditayangkan di Negerinya sekitar 3 tahun yang lalu, dan baru ditayangkan di Indonesia baru-baru ini. Tapi film ini beneran seru... kisahnya yang bernuasa Islam... isinya bener-bener kisah anak-anak. Yang tidak mengedepankan persaingan, harta, orang tua jahat iiiihhh.. seperti cerita sinetron anak-anak yang diproduksi orang-orang pintar negeri ini.

Kisah sepasang anak kembar ipin dan upin, anak yatim piatu yang tinggal dengan neneknya serta seorang kakak perempuannya. Disetiap serial ada saja tingkah mereka yang membuat kartun ini menarik. Apalagi dengan logat melayu yang kental. Kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan bener-bener sifat anak-anak. Aku beneran tertarik dengan kartun dari Negeri jiran ini.

Friday, June 20, 2008

Ssst..Melotot..


Setelah baca tentang ini di sebuah majalah aku jadi tambah yakin kenapa para wanita harus extra dalam menjaga penampilan kenapa??

Ternyata menurut seorang pakar pupilografi dari negeri paman sam menyatakan jika pupil para pria (normal) akan membesar 18 persen dari normal apabila melihat cewek menarik apalagi seksi dan tentu aja jika ada tambahan buka-bukaan.. Ternyata atas desakan hypophyse (ribet namanya) oe embelan otak atas "penampakan" itu, membuat hormon adrenalin menyelusup ke bagian-bagian tubuh para pria, karenanya terkirimlah sinyal-sinyal jaringan saraf vegetatif melalui sum sum jalur punggung. Jantung mereka akan berdetak kencang, (waduh) tekanan darah dan urat-urat tekanan darah tiba-tiba meningkat, urat nadi menyempit, lubang udara di paru-paru melebar, nafas menjadi berat, mulut menjadi kering dan keteganganpun menjalar keseluruh tubuh.. wach bisa kena stroke nich ... haii para cowok bener ngak sichhh....

Tuesday, May 13, 2008

Terserah yang Diatas

Sering denger kata-kata ini khan " Semuanya saya serahkan sama yang diatas". Ni kalimatnya para pesohor negeri ini untuk menyatakan Tuhan yang kemudian meluas en menular di kalangan masyarakat. Padahal setelah dipikir-pikir yang diatas itu kan banyak banget yach, Tikus diatas genteng, langit, awan, pesawat terbang, burung...... buanyak lagee.

Apa itu yang kita jadikan sandaran kepasrahan, hehe.. bisa apa yach.. buat kita nich yang muslim jangan takut dan malu menyebutkan Allah dalam setiap kesempatan, dikala senang.. ataupun susah.. tetap katakan "Allah sebagai Penolongku" jangan terserah yang diatas.. selain berpahala karena menyebutkan Asmanya juga mendekatkan diri kita kepadaNya..

Monday, May 05, 2008

Kena Diare

Serasa dach lama bener ngak nge-blok, sejak PR turun yang bener-bener buat semangat kendor, apalagi setelah itu aku terkena diare.. hehe.. ngak keren amat sakitnya ya.. tapi ngerasainnya bener-bener deh.. ampuunn.. 1 hari 1 malam jalan-jalannya cuma kamar trus kamar mandi.. mending bisa tidur perut rasanya diputer-puter kayak komedi puter.

Yang dahsyatnya lagi, karena dach ngerasa ngak kuat, subuh-subuh segera pergi kerumah sakit untuk pertolongan pertama. Tau ngak dokternya ntah masih ngantuk ato apa .. ngak jelaslah.. cuma buat resep obat tanpa mencoba memeriksa sedikit aja.. padahal pas dateng aku dach keliatan pucat sekali en leumes bener.. tapi untuk protes aja aku dach ngak ada kekuatan.. pengen cepat-cepat aja pergi dari situ. Kadang mikir kenapa dulu cita-citanya milih jadi dokter yach kalo prakteknya ngak dokter.. dokter tu kan melayani, terkadang liat senyuman ikhlas seorang dokter aja, penyakit bisa berkurang rasanya... bener ngak?


Friday, April 04, 2008

Korek porno

Kemaren baru aja pemerintah melarang situs esek-esek (istilah m2m), tetap aja ada cara lain orang ntuk memasarkan bisnis ini. Tau ngak kalo yang terkena imbas anak-anak usia dini, Sekolah Dasar. Banyak yang ngak menyangka dan menduga kalo korek api bisa dijadikan sarana gambar-gambar porno. Bagaimana caranya? gitu kan dipikiran kita.

Selain aku salut ama yang punya pemikiran begini. Orang tua juga harus lebih waspada pada jajanan yang dibeli anak-anaknya..
korek api khan sekarang biasa tuch yang dilengkapi dengan senter, nah disinilah gambar-gambar wanita (maaf) naked diletakkan. Maka dengan menyalakan senter di korek api ini, keluarlah gambar-gambar diatas. Sereum kan. Ini PR lo buat kita semua.... kemaren di TV aku liat yang jadi konsumen anak-anak yang dengan bebasnya membeli dan melihat gambar-gambar tersebut.

Tuesday, April 01, 2008

Gadis Lugu become ....


Pernah liat iklan sabun ngak? ada bermacam-macam kan. Nich ada iklan sabun baru yang aku ngak ngerti maksudnya.. hehe..

Begini ceritanya.. Syahdan (mirip dongeng khan) ada seorang gadis bernama Luna, cantik, sopan , lugu. keliatan lagi berlari-lari kecil dan Ketika masuk hutan mencari bebatuan ech ketemu batu berwarna ungu yang ternyata sabun. Langsung si Luna mandi.. abis mandi.. Luna berubah.. memakai baju mini / pendek, bajunya juga berdada rendah, jalannya waduch.... amit-amit. Sambil berjalan, setiap laki-laki yang dilewati Luna terpana.

Maksudnya apa coba buat iklan begini.. kayaknya perempuan baik-baik tuch gimana gituch.. coba dech yang mau kasi penjelasan ke aku tentang iklan yang bener-bener ngak kusukai ini.

Monday, March 31, 2008

Dach jadi KEBUTUHAN???


Besok tepat satu April, Pemerintah akan melarang situs porno pada internet di Indonesia. Good News kan, walau ini masih terdapat pro kontra dikalangan masyarakat. Tapi yang pasti kita harus ikut memberantas kebathilan.. ya ngak. Kemarin di berita sore aku lihat pendapat masyarakat tentang rencana pemerintah ini. Yang aku ngak abis pikir saat seorang anak sekolah diwawancarai tentang hal ini. Jawabannya “kalo bisa hal ini jangan dilaksanakan ya, karena melihat situs porno dach jadi KEBUTUHAN”. Gitu kata adik kita yang masih SMA ini, aku geleng-geleng kepala.. anak SMA kebutuhannya yang begituan… oalah… pusssiinng…

Monday, February 25, 2008

Gempa Lagi


Setelah gempa yang melanda kota simelue baru-baru ini, yang getarannya juga dapat dirasakan dikota medan dan sekitarnya. Kemarin aku dengar lagi kalo gempa terjadi di bukit tinggi sumatera barat. Bahkan famili yang ada di Bonjol Sumbar merasakan dampaknya dengan rusaknya sebagian rumah.

Aku jadi kembali ingat dengan peristiwa gempa diakhir tahun tepatnya di Aceh, Gempa yang cukup lama juga kami rasakan dan akhirnya mendatangkan tsunami di berbagai daerah. Karena hal itu pada gempa susulan kedua di daerah Nias, kami juga cukup merasakan kuatnya getaran pada saat itu, kejadian terjadi pada malam hari sekitar jam 10 malam, hal yang cukup mengemaskan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebar issue terjadinya tsunami. Banyak orang pada saat itu kehilangan akal, dengan pakaian seadanya, berlari bersama keluarga ke tempat yang paling tinggi, termasuk aku. Pada saat itu sedang sakit, setengah pingsan ikutan berlari. Bukan Cuma itu karena ketakutan rumah ditinggal begitu saja, sehingga banyak pihak yang tidak bertanggung jawab mencuri barang-barang yang ditinggalkan. Ya Allah saat itu benar-benar saat yang paling mendebarkan dan menakutkan. Padahal sampai pagi air laut tetap tenang. Jadi saranku jika terjadi gempa kita harus tetap tenang. Berlari keluar rumah dan melihat keadaan.

Tuesday, February 12, 2008

Sinetron Indonesia

Aku mau bahas Sinetron kita saat ini, mau tau ngak ciri-cirinya :

  1. Paling demen mencontek drama asia seperti korea.. sangat banyak lho.
  2. Cerita selalu berangkat dari kisah anak yang terbuang, miskin, tapi baek ati. Trus ternyata sang anak adalah anak dari konglomerat yang kaya
  3. Suka sekali kehilangan anak and membuang anak.
  4. Sang tokoh utama selalu di rundung malang, ngak pernah bahagia, semakin merana ni sinetron semakin laris manis.
  5. Cerita selalu dipanjang-panjangin dengan isi cerita yang agak dipaksakan, karena rating lagi tinggi.
  6. Anak-anak remaja dipaksa jadi ibu-ibu muda, pengusaha dll.
  7. Anak-anak bisa bandel sekali sampe jahat kepada siapa aja, bahkan gurunya (kasian kalo yang nonton remaja)
  8. Sinetron anak-anak yang selalu dibantu kekuatan supernatural alias mistik

Segini dulu dech dong ach hasil pengamatanku tentang sinetron kita yang sedikit kurang menyampaikan hal-hal yang berguna buat masyarakat. Semoga ada lagi sinetron bagus seperti si Doel anak sekolah.

Tuesday, January 29, 2008

No Smoking


Udah beberapa hari ini aku sebel sekali kalo mau ke toilet, ngak nyaman bener gitu loh, Tau ngak kenapa... puntung rokok.. yap. Puntung rokok kalo dibuang di asbak or tempat sampah lainnya.. aku ngak ngerasa kotor.. tapi kalo buang di toilet ya tuhan tu orang jorok amat ya. Toilet udah bersih.. ech tetap aja ada yang usil.. buang puntung rokok di toilet. Kan ngak mungkin aku bawa-bawa toilet dari rumah kemana-mana (he..he.). kecuali aku punya pintu kemana aja punya Doraemon.
Kenapa harus buang di toilet ya. Kadang-kadang aku ngak abis pikir dengan jalan pikiran orang yang buang puntung rokok di toilet. Sambil keluar toilet kan bisa dibuang ke tempat sampah kan?? bener ngak sich dong dech ach...?????

Sunday, January 13, 2008

Crying Man



Kemaren ketemu ama best friend Nina.. biasalah cerita-cerita, kabarnya dia baru dihubungi teman satu kost kami waktu kuliah dulu.. yeyen.. (how I miss U say), dia bilang kalo pengen ketemu kami lagi... sekalian nostalgia..

satu lagi dia bilang begini.. kak adeq masih suka liat cowok nangis ngak.. kak nina... hehehe... kelainan jiwa dia bilang..


Ngak tau kenapa suka aja liat laki-laki mengeluarkan air mata.. ngak kelainan jiwa kok.. aku ngak ngerasa kalo lelaki menangis berarti ngak jantan... ya ngak lah... kalo mereka menangis jadi ngerasa mereka manusia juga (ups..), ngak kayak batu.. keras.. Iyakan.. lha wong sedih kok ngak boleh nangis...


Tapi ngak semua cara menangis pria aku suka .. jangan norak.. jerit-jerit kayak wanita.. pusinglah liatnya. seperti di Gambar atas liatlah lelaki yang menangis tanpa ekspresi.. rasanya tentram banget... (kelainan jiwa ngak ya...)

Sunday, July 01, 2007

Mati Lampu

Dari judulnya aja kita udah stress duluan kan, apalagi ngalaminya.. 2 bulan lebih lagi .. sebel, kesel, dll lah perasaannya.

Beginilah keadaan kami di Sumatera Utara saat ini.. mati lampu udah jadi makanan pokok sehari2.. hal ini sudah berlangsung dari 12 Juni kemaren.. ampe agustus depan. khabarnya PLN lagi paceklik sehingga harus memadamkan listrik sebagai upaya hemat. Aku ngak tau alasan lainnya. Cuma di daerah Jawa hal seperti ini jarang terdengar. Listrik mati satu hari aja di Jakarta.. Hebohnya berita disetiap stasiun TV. Lah kami 2 bulan lebih...

Setiap hari harus sedia lilin or premium buat genset... jadi nambah nich biaya bulanan selain bayar tagihan listrik, air, telp. sekarang nambah buat premium en lilin... dalam 1 hari memadaman listrik terjadi 2 kali selama 4 jam, Siang hari dan malam hari. Kalo mati lampunya malam, ketika lagi terlelap.. betul-betul menyebalkan.. harus banyak-banyak istigfar... biar ngak jerit-jerit (bukan apa2 takut didatangi orang sekampung). Tau juga kan saat ini udara panasnya minta ampun.. ya udah dech setiap malam bersauna sambil tiduran.. basah-basah-basah (kayak lagu dangdut).

Kegiatan langsung terhenti, nonton TV, baca, bahkan masak aja susah... so.. give me back a normal life.. (Hiks)

Thursday, June 14, 2007

dari Makhluk Halus ampe Dongeng

Pernah nonton TV ngak akhir2 ini. Liat sinetron Indonesia ngak, aduch males sekalee kan.
bukannya ngak cinta Indonesah tercintah merdekah-merdekah. bukan juga pengamat yang udah ahli, nggaaaakk, tapi kita ini bener kayak bebek dech. ada 1 bebek didepan yang laennya ngekor dari belakang. Ingat ngak cerita2 ttg. para pendosa seperti Hikayah, Hidayah, Mati di kerubungi Belatung en yang buaaannyyak lainnya. Gitu di stasiun Tepe satu banyak yang nonton, Stasiun Tepe yang lain langsung produksi dengan tema sama. Nah.. Pas lagi In cerita Hantu.. gila.. setan dicari ampe kehutan-hutan, kadang aku kasian sendiri liat para makhluk halus di kejar-kejar kayak gitu. Ngak nyaman kale mereka ya.

Nah sekarang di tepe mana-mana juga lagi banyak cerita dongeng.. ya gitu juga kejadiannya. Capek dech. Ngak kreatif apa emang kita ini suka ikut2an ya..

Belum lagi nyiplak cerita luar, wah udah jadi makanan. Film korea paling sering dijiplak, karena aku pengemar berat film / drama asia terutama Korea, tau semua drama seri yang dijiplak ama sinetron Indonesia. mana mainnya maksa lagi. kalo di di drama korea komedinya lucu, sedihnya daleem,ngak dibuat-buat contoh Full House, Sassy Girl CH, Princess Hours, My Girl. Di sinetron dijiplak semirip-miripnya jadi kesannya maksa gitu.(Hiks..Hiks).

Makanya aku suka tuch ama film Naga Bonar jadi 2, setidak-tidaknya bawa angin baru (cieeh), ngak ikut-ikutan latah.

Thursday, June 07, 2007

Tak Sempurna Or Tak Bersyukur

Kemaren liat berita di Metro, Beritanya tentang Trend yang lagi in di Jepang saat ini. Anak muda di jepang saat ini lagi suka menghitamkan kulitnya dengan cara termodern. Salah cara bisa mengakibatkan peradangan kulit lo, bahkan bisa mengakibatkan penyakit yang lebih parah Kanker.Tapi demi trend anak-anak muda Jepang berlomba-lomba menjadikan kulit Hitam sebagai trend.

Sedang di Indonesah tercinta, Saat ini lagi trend kulit putih, rambut lurus. Semua mengejar produk yang bisa memutihkan kulit. Ada yang kulitnya sampai terbakar dan harus dapat perawatan dokter kulit karena salah membeli produk. sungguh perbedaan yang sangat terlihat jelas.

WHY.... manusia selalu merasa tidak sempurna, yang hitam mau putih, yang putih pengen hitam, Rambut keriting dirubah lurus begitu juga sebaliknya. Hidung, dagu, mata, bahkan dada dipermak, agar tampil lebih dan lebih. apakah ada kesempurnaan. apakah tidak ada kepuasan, atau juga tidak adanya rasa syukur dengan apa yang Allah berikan. Memang keharusan bagi manusia untuk merawat / menjaga apa yang telah diberikan olehNya.Tapi untuk merubahnya...

Bersyukurlah....